oh
Tuhanku
aku telah berdusta dalam
penghambaanku
tak hiraukan kekangnya,
dzikirku lepas kendali
doa-doaku melesat
berbalik kembali
apakah aku telah tersesat
mengepakkan sayapku
apakah aku telah terjerat
dirimbun awan yang
kelabu
lalu sebenarnya ke langit
manakah rinduku menuju
ataukah aku tak lagi
berhak mencintai-Mu?
memperbanyak tanaman kebaikan di muka bumi dengan tunas aksara, semoga bumi lebih damai dengan benih-benih sastrawi yang lahir dari jemari ringkih ini
Rabu, 30 Juni 2010
dikagumi, mungkin adalah
mimpi semua orang. hanya
saja saya tak bisa mengerti
tentang hal2 dr diri saya;
'apa yg patut dkagumi',
sepertinya tak ada. Dan jg
rasa dkagumi, akan
menuntut diri kita untuk
lebih baik dr pandangan
manusia, pdhal
kenyataanya kita lebih
buruk dr prasangka orang
trhadap kita. Berusaha, itu
mungkin. Tp saya tidak
sanggup memilih menjadi
orang yg pantas untuk
dkagumi.
dicintai, itu jg termasuk
sebuah keinginan.
Sayangny, orang yg
mencintai qt bukan orang
yg kita cintai. Dan hal ini
akan terus melahirkan
bersalah yg tak berujung
meskipun kita telah jujur
mngatakanny. Mungkin
saya memilih yg kedua
meski saya msh ragu.
Tp,alasan terbaik jika saya
tak memilih keduanya,
saya takut untuk
'berharap', karena kurasa
mengharapkan sangat
menyakitkan pada
kenyataanny.
makanya,keabstrakan cinta
dan kekaguman tak bisa
selaras dengan
perwujudannya. Cinta tak
butuh kata-kata dan
penjelasan tapi
pengalaman. Meski ia
adalah kata yang tak selalu
membutuhkan subjek dan
objek, tapi ia tak bisa ada
secara tiba-tiba. Adapun
kekaguman tak juga
berupa pujian, tapi
pengamatan dan
kebutuhan untuk menjadi
'sesuatu'. Sehingga yang
dinilai dalam cinta dan
kekaguman adalah proses,
bukan tujuan. Meski kau
membaca ratusan literatur
tentang hal ini, ia tidak
terlalu berguna kecuali kau
mampu memahaminya
dengan dirimu sendiri apa
adanya.
mimpi semua orang. hanya
saja saya tak bisa mengerti
tentang hal2 dr diri saya;
'apa yg patut dkagumi',
sepertinya tak ada. Dan jg
rasa dkagumi, akan
menuntut diri kita untuk
lebih baik dr pandangan
manusia, pdhal
kenyataanya kita lebih
buruk dr prasangka orang
trhadap kita. Berusaha, itu
mungkin. Tp saya tidak
sanggup memilih menjadi
orang yg pantas untuk
dkagumi.
dicintai, itu jg termasuk
sebuah keinginan.
Sayangny, orang yg
mencintai qt bukan orang
yg kita cintai. Dan hal ini
akan terus melahirkan
bersalah yg tak berujung
meskipun kita telah jujur
mngatakanny. Mungkin
saya memilih yg kedua
meski saya msh ragu.
Tp,alasan terbaik jika saya
tak memilih keduanya,
saya takut untuk
'berharap', karena kurasa
mengharapkan sangat
menyakitkan pada
kenyataanny.
makanya,keabstrakan cinta
dan kekaguman tak bisa
selaras dengan
perwujudannya. Cinta tak
butuh kata-kata dan
penjelasan tapi
pengalaman. Meski ia
adalah kata yang tak selalu
membutuhkan subjek dan
objek, tapi ia tak bisa ada
secara tiba-tiba. Adapun
kekaguman tak juga
berupa pujian, tapi
pengamatan dan
kebutuhan untuk menjadi
'sesuatu'. Sehingga yang
dinilai dalam cinta dan
kekaguman adalah proses,
bukan tujuan. Meski kau
membaca ratusan literatur
tentang hal ini, ia tidak
terlalu berguna kecuali kau
mampu memahaminya
dengan dirimu sendiri apa
adanya.
betapa
membosankan
hidupku 'yang
ini'. tempat
yang kuhuni adalah ruang
kosong ekspresi. tolong
bantu aku mencari dunia
yang disana aku bebas
tertawa terbahak-terbahak
dan meluncurkan semua
lintasan pikiran yang
meloncat-loncat panik
dibenakku. wahai hati,
kabur kemanakah rasa
ingin itu? dimanakah cita-
citaku terpenjara?
sungguh, aku tak bisa
bebas lagi!
membosankan
hidupku 'yang
ini'. tempat
yang kuhuni adalah ruang
kosong ekspresi. tolong
bantu aku mencari dunia
yang disana aku bebas
tertawa terbahak-terbahak
dan meluncurkan semua
lintasan pikiran yang
meloncat-loncat panik
dibenakku. wahai hati,
kabur kemanakah rasa
ingin itu? dimanakah cita-
citaku terpenjara?
sungguh, aku tak bisa
bebas lagi!
Selasa, 29 Juni 2010
Keheningan bukanlah
milik sendiri
Kidung sunyi bukan tuk
dinyanyikan sendiri
Karena malam bukanlah
onggokan sepi tak
bertuan.
Sementara malam
memeluk hamba-hamba
Tuhannya
Ada dua bentuk tuan yang
menjaganya
syahdan, tuan pertama
senantiasa menyemai
sinar rembulan sembari
menatapnya kagum
menadah bintang
gemintang yang jatuh
kebumi
ia rasa desau angin yang
mengiris dedaunan adalah
irama indah tak boleh
diabaikan
bagi tuan kedua,
rembulan adalah ornamen
dinding langit dan tak
lebih
dan bintang adalah
petunjuk bagi jejak-
jejaknya kedepan
ia memilih terbang
menggantungkan pundi-
pundi doa di langit malam
seketika bulan dan
bintang yang berkuasa
cemburu
oh, pundi-pundi itu lebih
bercahaya dan menawan
wahai, tuan yang
manakah engkau?
milik sendiri
Kidung sunyi bukan tuk
dinyanyikan sendiri
Karena malam bukanlah
onggokan sepi tak
bertuan.
Sementara malam
memeluk hamba-hamba
Tuhannya
Ada dua bentuk tuan yang
menjaganya
syahdan, tuan pertama
senantiasa menyemai
sinar rembulan sembari
menatapnya kagum
menadah bintang
gemintang yang jatuh
kebumi
ia rasa desau angin yang
mengiris dedaunan adalah
irama indah tak boleh
diabaikan
bagi tuan kedua,
rembulan adalah ornamen
dinding langit dan tak
lebih
dan bintang adalah
petunjuk bagi jejak-
jejaknya kedepan
ia memilih terbang
menggantungkan pundi-
pundi doa di langit malam
seketika bulan dan
bintang yang berkuasa
cemburu
oh, pundi-pundi itu lebih
bercahaya dan menawan
wahai, tuan yang
manakah engkau?
Senin, 28 Juni 2010
aku punya sebuah jendela
disudut kamarku yang munggil
aku melihat dari belahan dua pintunya yang merekah
namun
hari ini sungguh berbeda dariapada biasanya
keanehan telah terjadi
ketika aku membukanya
hari ini
pohon-pohon terlihat kurus
bunga-bunga tertunduk lesu
matahari bermuram durja
senja tak lagi jingga
tapi abu-abu
aku curiga, bahwa sesuatu telah terjadi
ternyata semburat merah sang jingga
pindah rumah dan memoles pipiku yang menghangat
oh, rinduku tertangkap basah olehmu. . .
disudut kamarku yang munggil
aku melihat dari belahan dua pintunya yang merekah
namun
hari ini sungguh berbeda dariapada biasanya
keanehan telah terjadi
ketika aku membukanya
hari ini
pohon-pohon terlihat kurus
bunga-bunga tertunduk lesu
matahari bermuram durja
senja tak lagi jingga
tapi abu-abu
aku curiga, bahwa sesuatu telah terjadi
ternyata semburat merah sang jingga
pindah rumah dan memoles pipiku yang menghangat
oh, rinduku tertangkap basah olehmu. . .
Jumat, 25 Juni 2010
Sebenarnya sulit sekali untuk mengatakannya. Mungkin seperti ini, seorang gadis kecil yang mengeratkan pegangannya pada boneka dalam pelukannya seperti tak ingin terpisah. Satu alasan yang layak untuk dikatakan bahwa boneka itu sangat berharga baginya.
Begitu juga dirimu.
Meski kau bukanlah boneka. Tapi kau bagiku, sama seperti boneka itu bagi si gadis kecil. Begitu berharga!
Begitu juga dirimu.
Meski kau bukanlah boneka. Tapi kau bagiku, sama seperti boneka itu bagi si gadis kecil. Begitu berharga!
4 invisible man. .
aku tahu
bersamamu tidak selalu menyenangkan
bersamamu tidak selalu membahagiakan
bersamamu tidak selalu mengasyikan
tapi bersamamu aku mendapatkan sebuah bentuk kenyamanan
aku memang sering tertawa bersamamu tapi juga sering menangis pun karenamu
kau mengukir senyum dan tawa sekaligus di wajahku
kau berhasil menyisakan benci sekaligus rindu di hatiku
kau seringkali menimpakan panas juga dingin di ragaku
aku tak suka bersedih karena cinta
tapi tanpa ragu aku akan mengatakan
mencintaimu sungguh menyakitkan bagiku
bersamamu tidak selalu menyenangkan
bersamamu tidak selalu membahagiakan
bersamamu tidak selalu mengasyikan
tapi bersamamu aku mendapatkan sebuah bentuk kenyamanan
aku memang sering tertawa bersamamu tapi juga sering menangis pun karenamu
kau mengukir senyum dan tawa sekaligus di wajahku
kau berhasil menyisakan benci sekaligus rindu di hatiku
kau seringkali menimpakan panas juga dingin di ragaku
aku tak suka bersedih karena cinta
tapi tanpa ragu aku akan mengatakan
mencintaimu sungguh menyakitkan bagiku
Langganan:
Postingan (Atom)