Rabu, 30 Juni 2010

dikagumi, mungkin adalah
mimpi semua orang. hanya
saja saya tak bisa mengerti
tentang hal2 dr diri saya;
'apa yg patut dkagumi',
sepertinya tak ada. Dan jg
rasa dkagumi, akan
menuntut diri kita untuk
lebih baik dr pandangan
manusia, pdhal
kenyataanya kita lebih
buruk dr prasangka orang
trhadap kita. Berusaha, itu
mungkin. Tp saya tidak
sanggup memilih menjadi
orang yg pantas untuk
dkagumi.
dicintai, itu jg termasuk
sebuah keinginan.
Sayangny, orang yg
mencintai qt bukan orang
yg kita cintai. Dan hal ini
akan terus melahirkan
bersalah yg tak berujung
meskipun kita telah jujur
mngatakanny. Mungkin
saya memilih yg kedua
meski saya msh ragu.
Tp,alasan terbaik jika saya
tak memilih keduanya,
saya takut untuk
'berharap', karena kurasa
mengharapkan sangat
menyakitkan pada
kenyataanny.
makanya,keabstrakan cinta
dan kekaguman tak bisa
selaras dengan
perwujudannya. Cinta tak
butuh kata-kata dan
penjelasan tapi
pengalaman. Meski ia
adalah kata yang tak selalu
membutuhkan subjek dan
objek, tapi ia tak bisa ada
secara tiba-tiba. Adapun
kekaguman tak juga
berupa pujian, tapi
pengamatan dan
kebutuhan untuk menjadi
'sesuatu'. Sehingga yang
dinilai dalam cinta dan
kekaguman adalah proses,
bukan tujuan. Meski kau
membaca ratusan literatur
tentang hal ini, ia tidak
terlalu berguna kecuali kau
mampu memahaminya
dengan dirimu sendiri apa
adanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar