Rabu, 29 September 2010

dimanakah sahabat?
kurasa tanyamu belumlah
tepat.
dimanakah kita sahabat?
kita adalah benang-benar
yang merakit bersembunyi
dalam sehelai kain
kita butir-butir pasir yang
berangkulan memadat
dalam sebentuk bata
kita tetes-tetes air yang
lepas bebas menggenangi
lautan
kau aku sama
bernaung dibawah
lengkungan langit yang
sama
diatas dataran yang kita
sepakat bernama bumi
kita adalah jiwa semesta
yang menghidupkannya
kau pikir kita apa?
bukankah kita khalifah
yang berhak memilih arah
menuju
dengan kepala,tangan dan
kaki
kubutuh kau
begitupun dirimu
membutuhkanku
tapi aku adalah siang yang
tak bisa menghadiri
putaran sehari penuh
masih ada malam yang
menggantikanku
aku tak bisa selalu ada
untukmu
itulah batas
kemanusiawianku.

Rabu, 22 September 2010

pergilah
bersama air hujan yang
merambati jejalanan
menuju sungai-sungai dan
lautan
pergilah bersama debu-
debu yang terbang bersama
angin hingga ke gurun
sahara
pergilah bersama kepulan
asap yang menyembul dari
atas tiap2 rumah menuju
angkasa
pergilah. . .
kulepaskan kau
kurelakan kau
kuikhlaskan kau
jangan pernah ingat
pulang. . .

Jumat, 03 September 2010

bahkan, tidak ada yang bisa memahamiku
mengerti aku
dibalik keceriaanku
aku menyimpan kesedihan yang mendalam
dibalik senyumku ada keperihan